Memahami Mode Metering Pada Kamera

Memahami Mode Metering Pada Kamera

Mode Metering


Mode Metering bisa dibilang merupakan bagian inti dari kamera yang mempunyai tugas untuk mengukur pencahayaan dari sebuah subjek yang telah difokuskan, ketikan metering telah selesai mengukur tingkat pencahayaan, maka selanjutnya Light Meter mengambil alih tugas untuk memberitahukan bahwa ekposur atau pencahayaan yang dihadapi oleh kamera fotografer sedang dalam keadaan normal, tinggi, maupun dalam keadaan rendah. Berdasarkan pada hasil kerja yang dihasilkan oleh metering dan light meter tersebut maka fotografer dapat mengambil sebuah keputusan untuk memutuskan berapa nilai ISO, Shutter Speed, maupun Aperture atau sering disebut dengan segitiga eksposur yang dibutuhkan supaya bisa mendapatkan eksposur yang normal.




Jadi, sebenarnya persoalan pada pokok pembahasan kali ini adalah terletak pada mode manual atau fotografer itu sendiri dan mode Auto atau program yang terdapat pada kamera. Pada mode manual, kita sebagai pengguna kamera yang mengambil keputusan untuk menentukan berapa nilai segitiga eksposur atau ISO, Shutter Speed, dan Aperture, sedangkan untuk mode auto semua keputusan ditentukan oleh program. Akan tetapi ada satu hal yang harus anda pahami bahwa apapun mode kamera yang sedang anda gunakan, baik itu mode manual atau mode auto, pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu membentuk eksposur yang normal.



Cara Kerja Mode Metering


Contoh sederhananya bahwa metering bertugas untuk mengukur bagian dari subjek atau berdasarkan intensitas warna dari subjek yang telah anda fokuskan, pada tahapan selanjutnya metering ini bekerja sama dengan kamera agar subjek tersebut bisa mendapatkan eksposur atau pencahayaan yang normal. Akan tetapi, tinggi atau rendahnya intensitas warna yang terdapat pada sebuah benda akan sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya sehingga warna akan dibagi menjadi dua kategori yaitu warna cerah dan warna gelap. Yang dimaksud dengan warna gelap tidak bukan berarti hanya warna hitam tetapi juga warna biru tua, dan coklat tua dan sebagainya juga termasuk dalam kategori warna gelap. Begitupula dengan warna cerah, bukan hanya warna putih saja.



Hal ini seperti foto black & white ataun foto hitam dan putih. Entah itu warna hijau, kuning, biru, atau merah, apabila sudah dalam konsep hitam dan putih maka warna tersebut akan tampak hanya warna hitam dan putih saja. Untuk tahapan selanjutnya anda perlu untuk melihat kadar warnanya apakah warna tersebut cenderung cerah atau cenderung gelap...? Kira-kira seperti itulah mode metering mengukur berdasarkan intensitas warna dari suatu subjek.



Jadi, misalnya ketika mode metering mengukur subjek yang memiliki warna coklat tua, maka mode metering ini tidak mengenali warna ciklat tua tersebut sebagai warna coklat maupun warna coklat tua, akantetapi mode metering akan menganggap bahwa subjek tersebut teridentifikasi sebagai subjek yang memiliki warna gelap dan membutuhkan intensitas cahaya yang lebih banyak. Tapi apabila subjek tersebut memiliki warna coklat muda, maka mode metering akan mengidentifikasi subjek tersebut sebagai sugjak yang memiliki warna cerah yang tidak memerlukan banyak cahaya atau mungkin tingkat intensitas cahaya harus dikurangi. Inilah prinsip yang digunakan oleh mode metering atau yang lebih dikenal sebagai Gray 18 %.



Apa Yang Dimaksud Dengan Gray 18 %


Memang intensitas warna juga ikut mempengaruhi hasil pengukuran mode metering, sehingga mode metering memerlukan sebuah tolak ukur supaya dapat menetapkan bahwa kondisi pencahayaan pada subjek telah mencapai tingkat yang normal. Oleh karena itu, sebuah subjek dengan eksposur yang normal harus memiliki tingkat kecerahan seperti warna abu-abu dengan kadar 18 %. Maka hal tersebut dinamakan sebagai Gray 18 %. Berikut adalah contoh kecerahan Gray 18 %.


Apa Yang Dimaksud Dengan Gray 18 %


Mode matering yang merupakan sebuah patokkan dan tolak ukur untuk eksposur atau kadar pencahayaan yang normal pada sebuah subjek maka semua produsen kamera memberlakukan Gray 18 %. Entah itu subjek yang memiliki warna yang cerah ataupun subjek dengan warna yang gelap, semua warna tersebut akan diubah ke Gray 18 %. Perlu diketahui juga bahwa Gray 18 % ini merupakan sebuah kecerahan bukan tentang intensitas warna yang dimiliki oleh suatu subjek.



Cara Kerja Gray 18 %



Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa ketika mode metering tengah mengukur subjek yang memiliki warna gelap seperti coklat tua contohnya, maka mode metering akan menganggap subjek tersebut memiliki warna gelap dan kekurangan cahaya, sehingga hasil pengukuran mode metering ini mengharuskan kamera untuk disetting sedemikian rupa agar subjek mendapatkan intensitas cahaya yang lebih banyak, supaya subjek bisa mendapatkan eksposur atau pencahayaan dengan tingkat yang normal. Lalu bagaimana kamera bisa mengetahui apakah eksposur atau pencahayaan pada subjek sudah normal atau belum...? Ketika subjek tersebut memiliki tingkat kecerahan seperti Gray 18% dan karena prinsip kerja mode metering sehingga warna coklat tua yang terdapat subjek akan berubah menjadi warna yang lebih cerah mendekati warna coklat muda, hal tersebut terjadi karena warna subjek sudah dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang tinggi.



Begitupula halnya ketika mode metering bekerja mengukur subjek yang memiliki warna cerah seperti warna putih. Menurut prinsip kerja mode metering bahwa warna putih akan terindetifikasi sebagai warna yang memiliki kelebihan cahaya atau over exposure sehingga mode metering mengharuskan kamera disetting supaya dapat mengurangi tingkat pencahayaan pada subjek tersebut, sampai batas kecerahan seperti Gray 18 %. Hal tersebut akan mengakibatkan warna putih tidak akan lagi terlihat sebagai warna putih cerah namun warna putih tersebut akan terlihat sedikit memudar. Berikut ilustrasi dari cara kerja Gray18 % :


Cara Kerja Gray 18 %


Pada kesimpulannya, apapun intensitas warna yang dimiliki oleh suatu subjek yang anda fokuskan, apabila anda menginginkan subjek tersebut dalam kondisi eksposur atau tingkat pencahayaan yang normal, maka mau tidak mau subjek yang telah anda fokuskan harus memiliki kecerahan Gray 18 %.


Untuk dapat membuktikan teori tersebut, saya telah melaukan sebuah percobaan seperti berikut :


1.    Siapkan baju dengan warna hitan dan putih, kemudian letakkan baju tersebut secara berdampingan.


2.    Setelah itu gunakanlah mode pemotretan Program supaya lebih mudah untuk melihat perbedaan dari eksposur pada kedua subjek tersebut.


3.    Tahap selanjutnya aktifkan mode Life View suapaya dapat melihat subjek secara langsung pada monitor LCD kamera bukan melalui viewfinder.


4.    Setelah geser fokus pada baju berwarna hitam dengan menggunakan tombol navigasi pada kamera dan usahakan supaya fokus tidak keluar dari area baju warna hitam.


5.    Perhatikan pada bagian informasi di light meter, karena ini sedang ada dalam mode Program (P) oleh karen itu titik indikator dalam light meter akan selalu berada di tengah meskipun anda merubah ISO. Titik di tengah menunjukan eksposur dalam keadaan yang normal.


6.    Setelah itu, geser fokus ke baju berwarna putih dan usahakan suapaya fokus tidak keluar dari area baju berwarna putih. Pada tahapan inilah anda akan melihat eksposur atau tingkat pencahayaan menurun secara drastis walaupun titik dalam light meter masih berada di posisi tengah yang menandakan bahwa eksposur masih dalam keadaan normal.


7.    Pada tahapan selanjutnya geser kembali fokus yang tadinya dibaju warna putih ke baju berwarna hitam, maka anda akan melihat bahwa eksposur akan kembali seperti semula, walaupun titik dalam light meter masih tetap berada di bagian tengah.



Lakukanlah Eksperimen di atas pada tempat yang sama dan dalam kondisi pencahayaan yang sama supaya setipa perbedaan yang terjadi dapat terlihat dengan jelas. Untuk dapat menjelaskan perbedaan pada eksperiman diatas adalah pertama mode Metering hanya mengukur sebuah subjek atau bagian dari sebuah subjek yang tengah difokuskan. Intinya, di manapun anda meletakkan titik fokus, maka disitu pula metering melakukan pengukuran, dan yang kedua karena mode metering ini hanya mengukur bagian subjek yang difokuskan saja, sehingga konsekuensinya bisa menyebabkan area lain atau bagian lainnya menjadi under exposure atau over exposure.



Hal tersebut dikarenakan karena mode metering memberi perintah pada sistem supaya menambah intensitas cahaya ketika fokus sedang diletakkan pada baju berwarna hitam, sehingga konsekuensinya menyebabkan daerah sekitar baju menjadi over exposure atau kelebihan cahaya. Akan tetapi berbeda halnya ketika fokus sedang di letakkan pada baju warna putih, metering malah memberi perintah pada sistem untuk mengurangi intensitas cahaya sehingga menyebabkan daerah sekitar baju menjadi under exposure atau kekurangan cahaya.



Berawal dari hal inilah yang membuat kebanyakan orang menjadi salah paham dengan cara kerja yang dimiliki oleh metering. Mereka yang merupakan fotogafer amatir atau fotografer tingkat pemula menganggap bahwa mode metering bisa keliru serta dapat menyebabkan penyimpangan pada eksposur. Padahal cara kerja yang dimiliki oleh mode metering memang sudah seperti itu.



Solusi Untuk Mengatasi Perbedaan Eksposur



Apabila pada mode Manual, masalah ini bisa diatasi dengan mudah karena pengguna sedang memegang kendali penuh, oleh karena itu pengguna hanya perlu merubah bagian segitiga eksposur serta pengguna harus memilihi mode metering yang sesuai. Tapi bagaimana caranya apabila anda sedang menggunakan mode mode yang bekerja secara auto seperti mode Program misalnya, sementara pada mode mode tersebut segitiga eksposur sedang dikendalikan oleh sistem...? Solusinya ialah anda dapat menggunakan tombol Auto Exposure Lock menggunakan fitur Exposure Compensation.

Comments